CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Selasa, 02 September 2008

Potensi BioGas


Pada saat ini kebutuhan energi secara nasional masih banyak bergantung pada minyak bumi. Minyak ini merupakan sumber energi fosil yang tidak terbarukan dan menjadi tumpuan sebagai bahan bakar utama untuk kegiatan di sektor industri, transportasi, rumah tangga, dan lain-lain.

Permasalahan energi nasional:
1. Cadangan minyak bumi semakin terbatas dan produksi terus menurun
2. Konsumsi energi meningkat dari tahun ke tahun (7-8% per tahun)
3. Harga minyak bumi terus meningkat (mencapai diatas US$ 130/barel dan cenderung meningkat
4. Subsidi BBM meningkat
5. Sumber energi lain belum memadai
6. Energi alternatif masih sangat terbatas
7. Bahan bakar dari fosil kurang ramah lingkungan

Oleh karena itu perlu diupayakan suatu terobosan teknologi tentang suatu material maupun sistem yang dapat digunakan untuk memecahkan intisari dari berbagai masalah diatas - kekurangan energi. Di Belanda, sudah dibuat suatu sistem pembangkit listrik yang menggunakan tenaga pasang surut air laut. Bahkan di Jepang, peneliti-peneliti sudah merancang pembangkit listrik tenaga surya skala tinggi yang tidak dipasangkan dimuka bumi, melainkan di orbit luar angkasa, sehingga menghasilkan energi listrik yang jauh lebih besar.

Melihat negara kita yang sedang dilanda krisis energi, namun terbatas dalam hal teknologi, sepertinya kita hanya bisa terdiam dan pasrah. Namun, sesungguhnya ada suatu teknologi lama yang kurang diminati, tapi mempunyai potensi besar untuk menanggulangi krisis energi di negeri kita, yaitu BIOGAS.

Biogas adalah gas yang terjadi dari proses mikroorganisme dari bahan organik seperti limbah ternak, sampah, kotoran manusia dan lainnya yang dicampuri air dalam perbandingan tertentu di ruang tertutup / anaerob. Proses mikroorganisme tersebut dapat menghasilkan suatu gas yang terdiri dari :

Metana [CH4] : 54-70%
Karbon dioksida [CO2] : 21-35%
Nitrogen [N2] : 0,5-2%
Karbon monoksida [CO] : 0,1%
Oksigen [O2] : 0,1%
Sebagian gas H2S

Melihat komposisinya, gas tersebut memiliki sifat mudah terbakar, tetapi hampir tidak meninggalkan bau, nyala api yang terbentuk berwarna biru serta memiliki panas pembakaran sekitar 4500-6000kcal per 1 m3 biogas. Disamping itu, biogas merupakan gas yang cukup efisien, 1 m3 biogas setara dengan 0,46 kg Elpiji, 0,62 liter minyak tanah, 0,80 liter bensin, dan 3,5 kg kayu bakar.

Secara umum, manfaat dari biogas adalah pengganti bahan bakar minyak, atau kayu bakar. Selain itu dapat pula dipakai sebagai bahan bakar alat penerang, dll.
Mengingat negara kita merupakan salah satu negara agraris yang masyarakatnya mayoritas petani, tak ada salahnya jika kita informasikan bentuk solusi ini pada mereka yang beternak.

0 tanggapan: